Berita Terbaru

Introperabilitas PMM dan e-Kinerja BKN Tingkatkan Kualitas Kinerja Guru dan Manajemen Pendidikan

BKN Gelar FGD Penyusunan Background Study Renstra Tahun 2025-2029


2023-10-07 11:24:09

Foto Kanreg

Makassar - Humas Kanreg IV BKN, Menyikapi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) BKN yang akan berakhir di tahun 2024, BKN melalui Biro Perencanaan dan Organisasi BKN menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Background Study Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2025-2029. Perencanaan strategis periode 2025-2029 disusun berdasarkan hasil evaluasi terhadap pelaksanaan program, kegiatan dan capaian kinerja dengan memperhatikan perkembangan, isu-isu strategis dan perubahan kondisi lingkungan internal dan eksternal organisasi. Kegiatan yang berlangsung di Aula Lagaligo Kantor Regional IV BKN pada Jumat (6/10/2023) ini dihadiri secara langsung oleh Deputi Bidang Mutasi Kepegawaian BKN, Aris Windiyanto, Kepala Kanreg IV BKN, Andi Anto, Kepala Kanreg IX BKN, Sabar Parlindungan Sormin, Kepala Kanreg XI BKN, Dedi Herdi, Kepala Kanreg XIV BKN, Herdianawati, Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi BKN, Myrna Amir, dan perwakilan Pemerintah Daerah Provinsi/Kota/Kabupaten di wilayah kerja BKN di Indonesia Timur. Kepala Kantor Regional IV BKN, Anto Anto pada sambutannya menyampaikan kegiatan yang di fokuskan pada Indonesia bagian timur ini merupakan perdana dimana kegiatan ini diikuti Kantor Regional BKN dan Pemerintah Daerah yang menjadi representasi wilayah timur Indonesia dan selanjutnya kegiatan ini akan dilakukan pada wilayah Indonesia bagian barat dan Indonesia bagian tengah dan diharapkan sumbangsih Pemerintah Daerah ini dapat memberikan masukan sehingga kajian ini akan menjadi lebih komprehensif. "Pendekatan partisipatif dari Pemerintah Daerah dapat menghasilkan isu-isu secara faktual sehingga dapat menjadi pertimbangan dalam perencanaan strategi BKN untuk 5 tahun mendatang," tegasnya. Deputi Bidang Mutasi Kepegawaian BKN, Aris Windiyanto dalam arahannya menyampaikan pada penyusunan Renstra untuk tahun 2025-2029 ini diperlukan sebuah background study (kajian) untuk memberikan perspektif ilmiah Rancangan Renstra BKN tahun 2025-2029. "Penyusunan background study ini dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) bersama-sama Bapak/Ibu Kepala BKD/BKPSDM selaku stakeholder untuk mendapatkan data dan informasi guna memetakan kondisi faktual dari penyelenggaraan tugas dan fungsi BKN yang mencakup pembinaan, pelayanan, pengelolaan, serta pengawasan dan pengendalian implementasi manajemen ASN," ungkapnya. Lebih lanjut Aris menyampaikan saat ini BKN telah bertransformasi dan meningkatkan layanannya dengan digitalisasi melalui platform SIASN dan untuk pengawasan dan pengendalian telah dilakukan penguatan dengan ditetapkannya Perpres No.116 tahun 2022 tentang Pengawasan dan Pelaksanaan Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK) Manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN), dimana pada Perpres ini terdapat penguatan terkait tindakan preventif untuk mencegah pelanggaran NSPK dan represif untuk menangani pelanggaran NSPK yang telah terjadi. Selain itu, Aris juga menambahkan BKN telah melaksanakan Penilaian/Pemetaan Potensi dan Kompetensi guna mendukung pelaksanaan manajemen talenta nasional melalui pembentukan database profil kompetensi ASN. "Data ini dapat digunakan untuk menjadi dasar promosi dan mutasi, perencanaan karir, pengembangan kompetensi pegawai serta pengisian jabatan yang lebih tinggi," kata Aris. Aris juga menyampaikan ada beberapa isu yang wajib menjadi perhatian BKN dalam penyusunan Renstra ini yaitu Rancangan Undang-Undang (RUU) ASN yang baru saja disetujui oleh DPR RI. Selain itu, BKN juga memiliki tantangan yang perlu diantisipasi diantaranya dinamika regulasi, urgensi pengelolaan talenta belum menjadi prioritas di hampir semua lembaga pemerintah. "Masih terdapatnya konflik kepentingan dalam proses pengangkatan atau pengisian posisi serta tantangan-tantangan lainnya yang akan menjadi dasar BKN dalam menyusun strategi kebijakan yang efektif dan mendukung terlaksananya Rencana Pembangunan Nasional melalui manajemen ASN," kata Aris. Kegiatan ini menghadirkan narasumber yakni Prof. Dr. Eko Prasojo selaku ahli dibidang Kebijakan Publik, Collaborative Governance, Administrative Reforms and Human Resource in Public Sector, serta Bapak Zuliansyah Putra Zulkarnain selaku Direktur Eksekutif Center for Stduy of Governance and Administrative Reform Universitas Indonesia (CSGAR-UI) beserta tim. Pelaksanaan kegiatan FGD ini diharapkan dapat menghasilkan kesimpulan yang akan menjadi bahan evaluasi yang dimana hasil evaluasi ini akan menghasilkan kerangka berpikir logis (logical framework) guna penyusunan Renstra BKN 2025-2029.