Berita Terbaru

Sertijab Pejabat Baru, Kakanreg IV BKN Tekankan Digitalisasi Pelayanan Kepegawaian

Presiden RI Anugerahkan Bintang Jasa ke Puluhan Tokoh, termasuk Kepala BKN Bima Haria Wibisana


2020-08-13 14:38:19

Foto Kanreg

Jakarta - Humas Kanreg IV BKN. Presiden Joko Widodo menganugerahkan Bintang Tanda Jasa Utama kepada Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana bersama 52 tokoh yang dianggap banyak berjasa bagi Indonesia. Upacara penganugerahan itu berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Kamis (13/8/2020).
“Penghargaan ini diberikan kepada beliau-beliau yang memiliki jasa terhadap bangsa dan negara, dan ini lewat pertimbangan-pertimbangan yang matang oleh Dewan Tanda Gelar dan Jasa," kata Presiden Jokowi.
Pemberian anugerah tersebut dilakukan sebagai bagian dari peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan RI. Pada 2020 ini, tanda jasa Medali Kepeloporan dan tanda kehormatan terdiri atas Bintang Mahaputera, Bintang Jasa, dan Bintang Penegak Demokrasi.
Tanda kehormatan dan tanda jasa itu dianugerahkan kepada para penerima berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 51, 52, dan 53/TK/TH 2020 tanggal 22 Juni 2020 dan Nomor 79, 80, dan 81/TK/TH 2020 tanggal 12 Agustus 2020 yang dibacakan oleh Sekretaris Militer Presiden Mayjen TNI Suharyanto.
Bintang Jasa Utama adalah bintang medali sipil yang dikeluarkan oleh pemerintah setingkat di bawah Bintang Mahaputra. Bintang ini diberikan pada mereka yang berjasa luar biasa terhadap nusa dan bangsa pada bidang sipil atau militer.
Pemberian tanda kehormatan bintang untuk sipil ini diatur UU Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan, serta Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan UU Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.
Dalam rekam jejaknya, Kepala BKN Bima Haria Wibisana memiliki sejumlah prestasi, yakni sebagai koordinator Blue Print Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh-Nias di tahun 2004 sampai dengan 2009. Blue Print ini kemudian tertuang dalam Perpres Nomor 30 Tahun 2005 tentang rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat Provinsi Nangroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara. Selanjutnya, Bima juga menjadi koordinator penyusunan Perpu Nomor 2 Tahun 2005 tentang Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat Provinsi Nangroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara.
Sebagai koordinator rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh-Nias tersebut, Bima memperoleh penghargaan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) atas percepatan pencapaian target yang diselesaikan dalam kurun waktu 1 tahun, dengan awal target 4 tahun. Selain itu, Bima juga tercatat sebagai pemrakarsa RB PBJ (Pengelola Barang Jasa) Pemerintah Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).
Sejak Tahun 2013 sampai dengan sekarang, Bima ditunjuk sebagai pemimpin reformasi manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN). Reformasi manajemen ASN yang telah dilakukan yakni digitalisasi sistem manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN), seperti digitalisasi Assessment Center dan reformasi seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dengan Computer Assissted Test (CAT) BKN dan pendekatan pelayanan kepegawaian untuk wilayah Indonesia bagian Timur melalui pembangunan 20 Unit Pelaksana Teknis (UPT) BKN di daerah dan Pendekatan Pelayanan Kepegawaian (P2K) di Papua dan Papua Barat.
Adapun sejumlah penghargaan Bima selama mengabdi di BKN yakni meraih FutureGov Award, Technology Leadership se-Asia Pasific di Chiang Mai - Thailand pada tahun 2012 untuk inovasi e-Proc (Electronic Procurement) dan e-Catalogue yang berdampak penghematan anggaran hingga 70 Trilliun. Ia juga meraih Government PR of The Year di tahun 2017 dan Anugerah KASN di tahun yang sama.